Tuban. Hari ini, Rabu (04/12/19) Mi Hidayatun Najah melaksanakan kegiatan yang sangat luar biasa, Workshop Tallen Mapping. Workshop ini bertujuan untuk mengenalkan kepada pendidik, bahwa selain mengajarkan ilmu pengetahuan, juga bisa memahami karakter, bakat dan minat menonjol yang dimiliki oleh siswa.

Namun, sebelum hal ini diterapkan kepada siswa, seorang guru harus memahami terlebih dahulu bakat dan potensi yang dimilikinya. Workshop ini diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia raya, kemudian sambutan kepala madrasah, Siti Umi Choiriyah, S.Pd.I. dalam sambutannya beliau menceritakan tujuan awal diadakannya workshop talent mapping ini. Dengan penyampaikan kronologi awal memiliki ide untuk mengadakan workshop ini yaitu ketika melakukan kunjungan kesalah satu rumah siswa yang berprestasi tingkat nasional yang melakukan usaha pembinaan secara mandiri. Menurut orang tuanya, sekolah belum memberikan ruang dan tempat untuk mengembangkan karir dan potensi yang dimiliki oleh putranya. Oleh sebab itu kepala sekolah merasa perlu adanya membenahan—pembenahan di sektor pembinaan bakat yang selama ini dilakukan (ektrakurikuler). Dengan adanya workshop ini selain mendapatkan ilmu, juga ada pencerahan untuk mewujudkan sekolah MI hidayatun najah yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik tapi juga non akademik,

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh kepala madrasah, Direktur LPI Hidayatun najah juga dosen di kampus Sitma Tuban, M. Fauzi, M.A. menyampaikan perlunya guru selalu mengupgred ilmu dalam mengemban amanah sebagai seorang pendidik, beliau mengatakan seorang pendidik harus terus belajar kalau ingin terus mengajar, jika tidak ingin belajar maka jangan mengajar. Beliau menegaskan bahwa guru adalah pekerjaan yang sangat mulia maka bersyukurlah kita sebagai seorang guru.

Workshop kali ini, dinarasumberi oleh ahli yang sudah memiliki banyak pengalaman dibidang pskilogi, Diah Ningrum, dan keynote speaker oleh Praktisi dunia pendidikan, Uze. Dalam pembukaannya Uze menyampaikan bahwa dalam keterbatasan sebenarnya adalah tidak ada keterbatasnya (limited is anlimited). Dalam dunia mengajar, sekolah harus mampu mengajarkan siswa harus masuk ke alam neorologi(Neorologi Approuch). Fungsinya, supaya anak dapat menerima materi dengan maksimal. Ia juga menegaskan bahwa ketika sedang belajar, siswa harus diputus pikirannya dengan dunia diluar kelas.

Pemateri menyampaikan bahwa bakat tidak hanya fisikly, tetapi bakat juga menyangkut karakter kinerja. Menurutnya, selama ini masyarakat menganggap bahwa bakat hanyalah kelebihan panca indera, seperti ahli memasak, ahli olahraga, ahli menari, dsb. Padahal ada dua sumber bakat manusia; yaitu panca indera dan sifat. Sifat positif seperti senang memimpin, mengajar, mendengarkan, dan lainnya juga termasuk bakat. Hal ini kadang terabaikan sehingga potensi kekuatannya tak bisa dioptimalkan. Karena secara umum terdapat 34 jenis bakat, yang diurutkan dari bakat dominan kita hingga yang paling lemah.  

Beliau menegaskan tidak ada produk gagal dari ciptaan Allah, karna semua anak diciptakan dengan keeunikan dan syakilah masing-masing sejak lahir. Menurut beliau kita seringkali hanya melihat kekurang orang lain padahal setiap orang pasti juga memiliki kelebihan. Dengan memberikan pujian diharapkan lebih mengakrabkan diantara peserta dan saling menghargai.

Dalam workshop kali ini, pemateri menyampaikan bahwa bakat akan terlihat jika memenuhi unsur 4E, yaitu Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn. Diharapkan dengan 4E ini dapat memandu kita pada bakat optimal, untuk kelak mengembangkannya dan hidup dengan penuh passion.

Selain itu, audien juga diajak untuk mengenali bakat diri sendiri secara langsung dalam workshop ini lewat form kuisioner dari pemateri. Uniknya apa yang telah di isi dalam form tersebut, merupakan akan yang dimiliki oleh setiap auiden.

Sebelum menutup workshop, pemateri berpesan orang hebat pasti berani menyatakan kekuatan, dan mengakui kelemahan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of