Tuban, 14 Januari 2020. Nafakhatin Nur, M.Pd.I, merupakan salah satu wali murid angkatan pertama MI Hidayatun Najah yang sampai sekarangpun masih mempercayakan MI Hidayatun Najah sebagai tempat pendidikan dasar putra-putrinya. Pengasuh dari Pondok Pesantren An-Nidhomiyyah Tuban, istri dari KH. M. Musyaffa’ ini dikenal sebagai pribadi yang semangat berkontribusi dalam dunia pendidikan. Aktifitas beliau sehari-hari adalah sebagai seorang pendidik pada salah satu sekolah swasta di Tuban.


Ibu dari 5 anak, yang akrab disapa dengan sebutan Bu Nyai Atin ini dalam kesempatan bersilaturrahim di kediaman beliau, kepada wartawan media MI Hidayatun Najah mengatakan bahwa memilih MI Hidayatun Najah untuk ketiga putra/putrinya menimba ilmu pada pendidikan dasar adalah suatu pilihan yang membutuhkan pertimbangan matang, dan bukan tanpa alasan yang logis.

“Saya mengenal MI Hidayatun Najah pertama kalinya dari ajakan dan brosur yang diberikan teman semasa nyantri di Pondok Pesantren di Tambak Beras juga teman kuliah saya di STITMA yaitu Ustadzah Umi yang sekarang menjadi kepala MI Hidayatun Najah. MI Hijah ini sungguh sangat luar biasa perkembangannya, dari yang awalnya memiliki murid hanya 17 siswa saja di tahun 2010 lalu menjadi 813 murid di tahun 2020 ini.” Tutur beliau mengisahkan kilas balik awal bergabung dengan lembaga ini.

“Awal sekali saya percayakan anak saya yang nomer dua untuk sekolah di MI Hidayatun Najah alasanya sederhana saja, karena faktor gurunya. Saya mengenal sosok gurunya yaitu Ustadz Fauzi dan Ustadzah Umi. Waktu itu saya tidak peduli MI Hijah masih awal pendirian dan juga belum punya gedung sendiri. Bagi kami, kualitas guru lebih dari semuanya. Guru yang bermutu dan penuh dedikasi pasti akan mendidik anak-anak kami dengan sepenuh hati. Sedangkan keterbatasan fasilitas bisa disiasati. Apa tidak takut anak mendapatkan pendidikan coba-coba? Sama sekali tidak! Ya, karena sudah mantap melihat gurunya. Nah, setelah saya mengetahui hasil didikan mereka terbukti terwujud pada anak saya Najma terutama pada sisi akhlak dan kecerdasan spiritualnya, maka saya pun mantab untuk memasukkan anak ketiga saya yaitu Nilna yang biasa dipanggil Nonik ke MI Hijah seperti kakaknya. Lalu dilanjutkan dengan anak keempat yaitu Birley. Bedanya kalau Birley dimulai sejak RA-nya sudah di Hijah” ujarnya. Tukas Bu Nyai Atin yang sangat menginspirasi.

Satu hal yang menjadi pelajaran bagi kita adalah kepuasan wali murid merupakan salah satu hal terpenting dalam menejemen MI Hidayatun Najah, karena dalam menuntut ilmu, mindset antara guru dan orang tua harus berjalan berdampingan, sehingga akan menciptakan output yang diharapkan. Semoga sinergi antara orangtua dan guru ini selalu dapat istiqomah seiring sejalan sehingga lembaga MI Hidayatun Najah mampu berkontribusi mewujudkan generasi Islam yang sholih dan berprestasi. Amiin.

Reporter: Likha
Editor: Us. Umi

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of