Kamis, 2 januari 2020 – Liburan telah usai, saatnya murid-murid MI Hidayatun Najah kembali pada rutinitas belajar. Hari pertama masuk sekolah semester 2 tahun pelajaran baru 2019/2020, murid-murid mendapat sambutan hangat dari guru-guru di sekolah. Guru-guru berdiri berjajar di gerbang sekolah menanti kedatangan murid-murid dengan mengenakan seragam batik, lalu murid-murid dengan berpakaian rapi sembari tersenyum menyalami guru satu persatu.
Mentari pagi belum sempurna menampakan wajahnya, deru suara kendaraan yang sejak pagi sudah memenuhi halaman depan gerbang sekolah lalu lalang beraturan. Para orang tua melepas putra putrinya dengan pelukan dan kecupan di kening, tanda motivasi sepenuh hati untuk para generasi calon penerus bangsa.
MI Hidayatun Najah selain tempat belajar juga memiliki peran sentral dalam mengembangkan ilmu agama terutama ketaqwaan tak heran memang jika lembaga tercinta ini tak pernah absen untuk selalu memotivasi ananda agar selalu belajar dan bertaqwa.Seperti yang dilakukan ustadzah Chotidjah salah seorang ustadzah yang mengajak ananda belajar diluar ruangan pada hari pertama pembelajaran yang pada kesempatan itu beliau memegang mata pelajaran Fiqih dengan tema barang temuan (luqhotoh), dimana Ananda diajak keluar untuk merasakan langsung dampak pembelajaran pada kehidupan sehari-hari dimana ananda diberikan pengetahuan tentang penemuan barang yg harus segera dikembalikan pada pemilik barang terutama barang yg tidak tahan lama. Selain itu Ananda juga dibekali tentang hukum menemukan barang, yaitu memiliki hukum wajib, Sunnah, haram dan makkruh. Ustadzah Chodidjah yang juga wakil kepala madrasah bidang kurikulum itu juga menuturkan bahwa pada awal pembelajaran tidak seharusnya Ananda di berikan materi yang berat-berat, Ananda harus dibawa pada keadaan yg santai, menyenangkan dan tidak tertekan. Namun tetap pada tema pembelajaran. Sehingga ananda lebih antusias dalam belajar.
Salah seorang peserta didik MI Hidayatun Najah yg akrab dipanggil Ananda Siroj (kelas 6b) dalam sebuah wawancara menyampaikan ketika pembelajaran dilakukan diluar ruangan dia merasakan suasana belajar yang baru, menyenangkan dan tidak membosankan.
Di awal masuk sekolah ini pihak sekolah juga meagendakan pengambilan raport semester 1 oleh wali murid di kelas masing- masing sekaligus sebagai laporan perkembangan siswa selama pelaksanakan proses belajar yang sudah dilalui selama 6 bulan pada semester 1, hal ini dimaksudkan supaya segala informasi dapat tersampaikan secara langsung dari lembaga melalui wali kelas kepada wali murid. hal ini dimaksudkan supaya segala informasi dapat tersampaikan secara langsung dari lembaga lewat wali kelas kepada wali murid. Sekilas terlihat beberapa wali murid mengerutkan dahi melihat raport ananda, semoga nilainya sesuai harapan ya, dan semoga kita semua menyadari nilai anak bukanlah angka yang yang tertulis dalam raport, itu hanya tolok ukur para penilai untuk melakukan evaluasi belajar saj, tetapi yang terpenting dari itu semua adalah “semua anak itu pintar, maka menjadi tugas orang tua untuk mencari dimana letak kecerdasannya. Semua murid itu cerdas, dan kewajiban guru memunculkan kecerdasannya yang tersembunyi itu.” Salam bahagia.

Penulis: Alimah
Editor: Umi_Ch

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of